Sutan Batugana, Maasuk Barang Tu…

Sutan Sutan Batugana, Maasuk Barang Tu…

Uuuupppsh……..masuk barang tu

Beberapa diantara kita sudah mulai jenuh membicarakan Partai Demokrat, Partai yang lagi seksi-seksinya untuk dipelototi dengan berbagai kasus Korupsi yang dilakukan oleh oknum anggota-anggotanya, baik yang mantan maupun nyaris mantan, adalah jasa stasiun TV juga yang gencar memberitakan, hingga pemirsa jadi jenuh atau bahkan nyaris muak. Untuk menghindari hal diatas, maka dalam tulisan ini saya tidak akan membahas Partai Demokrat dengan segala permasalahannya, tetapi saya hanya akan fokus tentang Sutan Batugana dan……maasuk Barang tu..

Kalau mau jujur istilah, masuk barang tu, kena barang tu, Paten barang tu. Nampak barang tu. dan Istilah ngeri-ngeri sedap, menjadi populer karena selalu disebut-sebut Sutan dalam hampir setiap pemunculannya di stasiun TV, sebuah istilah yang sebenarnya sudah dikenal lama oleh masyarakat Medan khususnya dan Sumut umumnya.

Istilah-istilah diatas telah saya dengar sejak tahun 1986, Ketika saya membangun gedung Pusat BCA Medan jalan Malahayati Medan, Istilah yang sebenarnya hanya digunakan pada keday-keday kopi, atau pada pergaulan seusia yang sama, yang ketika istilah ini dibawakan pada orang tua atau orang yang kita hormati, maka konotasinya menjadi tidak sopan, maka ketika Sutan yang memiliki nama lengkap Drs. Ir. H. Sutan Bhatoegana, MM, lahir pada tanggal 13-09-1957 di Pematang Siantar, ini melontarkan istilah-istilah tersebut, saya menjadi kaget, benar kita di Medan suka akan keterbukaan, keterus terangan, dan friendly, akan tetapi, disaat yang sama kepatuhan pada tradisi tetap dipegang teguh, termasuk pada hal yang tabu tadi. Karena setahu saya, sampai saya meninggalkan Sumatera Utara tahun 1992 prinsip-prinsip tadi belum berubah.

Pembahasan yang selalu berhubungan dengan kalimat “barang” tidak identik dengan porno (seperti alat reproduksi manusia) tetapi lebih pada obyek yang sedang kita bahas, tetapi sekali lagi, istilah ini hanya digunakan pada mereka yang seusia sama atau pada strata pergaulan yang sama, untuk menambahkan keakraban. Ingat sapaan akrab “ncok” di Surabaya untuk temen yang sudah kita anggap dekat.

Demikian juga dengan istilah ngeri-ngeri sedap, istilah ini maksudnya sebuah kerja positif dengan resiko yang tidak kecil, ada perjuangan di sana, diperlukan nyali dan pacuan adrenalin yang lebih kencang dari biasanya. Contohnya ketika memulai usaha baru diluar yang selama ini kita geluti atau ketika perta naik paralayang, ada kombinasi rasa antara “ngeri” dan “sedap” yang membuat untuk mengulangi lagi,jadi jelas semua ini positif, tapi sekali lagi, ini bahasa keday kopi, istilah ini hanya digunakan pada mereka yang seusia sama atau pada strata pergaulan yang sama, untuk menambahkan keakraban.

Karena bagi orang Medan, mereka bisa membedakan politik keday kopi dan realita politik, atau Sutan sudah lupa akan akar budaya melayunya atau sebenarnya Sutan dengan kepiawaiannya sedang menggiring kita, melokalisir realita politik yang sedang terjadi menjadi politik keday kopi, jawabnya hanya Sutan dan Tuhan yang tahu…………….wallahu a’lam

Be Sociable, Share!
  • more Sutan Batugana, Maasuk Barang Tu…