Ritual Ziarah Di Stasiun Itu

Senja temaram mulai turun, rona merah sisa Mentari jatuh dilereng pegunungan nan hijau. Indah sungguh sebenarnya, tetapi bagiku, keindahan itu menyimpan banyak kenangan yang menyertainya. Aku masih duduk di Emplasment Stasiun, masih menatap ke arah sisi pegunungan itu. Tampak temaram …

Read more »

Pesantren Tepi Danau

Tanah pekuburan itu masih merah. Hari ini, hari terakhir  takziyah, atau yang biasa  orang kampungku sebut dengan yasinan, hari ketujuh berpulangnya pak Danu menghadap sang Khaliq. Besok, akan menjelang, rumah kami akan kembali sepi. Seperti hari-hari sebelum datangnya pak Danu, …

Read more »

Cinta yang Datang Terlambat.

Jakarta yang ramai, sesak, penuh dan pengap, asap kenalpot Bus kota menyesakkan dada. Tetapi jangan bayangkan Jakarta seperti Sekarang. Jakarta tahun 1978 sama sekali berbeda dengan Jakarta tahun 2014. Ketika itu, jumlah motor masih dapat dihitung dengan jari sebelah tangan, …

Read more »

Guru Regar Dan Guru Manurung

“Lae…. Awak tunggu di Lobby, dah lama kali rasanya, rindu awak dengan masa lalu itu. Kombur-kombur dulu lah bentar (Manurung)”. Demikian sms yang masuk dari Guru Manurung, tak kusangka kami bisa bertemu tadi, pertemuan yang sama sekali tanpa rencana, pertemuan …

Read more »

Dari Tepian Danau Sentani.

Kapal Umsini baru saja merapat, Pelabuhan Jayapura ini termasuk besar, penerangan disana-sini cukup memadai, malam menunjukkan pukul 23 WIT, udara malam itu cukup cerah, ada bintang bersinar terang yang dapat kulihat, dibalik sorotnya lampu penerangan di Pelabuhan. Perjalananku ke tanah …

Read more »